News, Mar, 06, 2020

Angkasa Pura I Bidik Pendapatan Rp11,5 Triliun

Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I menargetkan pendapatan sebesar Rp11,5 triliun di 2020 dengan laba bersih Rp1,4 triliun. Target tersebut meningkat signifikan dari realisasi pada 2018 dan 2019 yang masing-masing sebesar Rp8,9 triliun dan Rp9 triliun. Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan target tersebut menjadi bottom line perusahaan dan belum akan merevisi besarannya meskipun berada di tengah situasi merebaknya virus korona (covid-19). Pasalnya gara-gara wabah korona, perseroan dalam Januari-Februari ditaksir kehilangan pendapatan sebesar Rp207 miliar.
 
"Sampai saat ini belum (rencana revisi target) karena kita masih lihat kondisi ke depannya seperti apa, apakah membaik atau memburuk. Apapun yang dilakukan saya pastikan dari sisi finansial terjaga, pasti tetap akan kita pertahankan," kata Faik dalam bincang santai dengan media di Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2020. Faik mengatakan hingga saat ini pihaknya masih optimistis. Namun jikalau nanti pendapatan berkurang karena revenue enhancement dan cost leadership tidak cukup untuk membantu, perseroan baru akan melakukan penyesuaian. Namun yang pasti pihaknya akan menjaga batas bawah keuangan perusahaan. Ia bilang ada analisa terkait sensitivitas yang dilakukan perusahaan untuk menyesuaikan.
 
Dirinya bilang untuk mencapai target tersebut, AP I akan mengoptimalkan sisi bisnis nonaero. Sebab diketahui di lini bisnis aero seperti biaya parkir pesawat, sewa garbarata dan lain sebagainya sedikit banyak terganggu akibat banyaknya maskapai membatalkan penerbangan sehingga memengaruhi pendapatan perseroan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devy Suradji mengatakan ada lima anak usaha Angkasa Pura yang akan dioptimalkan. Pertama PT Angkasa Pura Supports, nantinya akan melakukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan teknologi, di samping juga mengirusi bisnis servis di bandara.
 
Kedua PT Angkasa Pura Properti yang dalam waktu dekat akan menggarap kota pelabuhan. Devy menjelaskan anak usaha ini memiliki pekerjaan rumah untuk menyiapkan destinasi di luar bandara, sebelum bandara tersebut rampung.
 
Ketiga PT Angkasa Pura Logistik yang memiliki pekerjaan rumah untuk mengembangkan logistik terutama di Indonesia Timur agar lebih baik. Sehingga pergerakan pesawat di Indonesia Timur tidak hanya tergantung pada manusiannya tapi juga logistiknya.
 
Keempat PT Angkasa Pura Hotel yang memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan tiga hotel di Balikpapan, Banjarmasin, dan Yogyakarta. "Karena kalau hotel-hotel di dalam bandara itu tidak ready, maka ketika pesawat ada yang landing, krunya enggak dapat tempat tidur. Sedangkan misalnya untuk bandara baru di Yogyakarta, jarak paling dekat ke pusat kota Yogyakarta adalah satu jam," ujar Devy.
 
Kelima PT Angkasa Pura Retail yang memiliki pekerjaan rumah untuk menciptakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) destinasi di dalam bandara yang dikelola AP I. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.
 
"Itu mungkin pekerjaan rumah yang disiapkan untuk lima anak usaha kita, di waktu yang bersamaan mungkin menjadi revenue enhancement," ujar Devy. Lebih lanjut ia mengatakan AP I juga akan mengoptimalkan aset-aset yang selama ini kurang dimanfaatkan. Misalnya lahan-lahan yang menganggur akan lebih dimaksimalkan penggunaannya. Adapun besar aset yang dimiliki AP I mengalami peningkatan. Pada 2018 jumlah asetnya sebesar Rp31 triliun, di 2019 sebesar Rp42,8 triliun dan 2020 ditargetkan meningkat ke Rp48 triliun.

- Suci Sedya Utami-

Source: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/GbmYAAeb-angkasa-pura-i-bidik-pendapatan-rp11-5-triliun

Related News

News, Jan, 06, 2020

Kami telah memperbarui kebijakan privasi kami Pelajari lebih lanjut ×